Kenapa kami membangun Samaya

Diperbarui

Jawaban singkat: kami ingin tempat menginap yang terasa seperti rumah teman di Jogja: ramah, tenang, dan jujur soal harga.

Banyak tamu datang ke Yogyakarta dengan daftar tempat wisata yang panjang, tetapi pulang dengan kenangan yang paling kuat dari hal kecil: sarapan yang enak, obrolan di teras, atau jalan kaki sore di kampung.

Samaya kami rancang untuk hal-hal kecil itu. Kamarnya sedikit supaya kami sempat menyapa setiap tamu. Dapurnya kecil supaya masakan tetap rumahan. Dan kami mencatat rekomendasi dari tamu dan tetangga supaya panduan kami terus hidup.

Halaman rumah dengan lampu gantung

Apa yang kami pegang

  • Harga yang tertulis adalah harga yang dibayar.
  • Rekomendasi hanya dari tempat yang pernah kami datangi.
  • Kampung sekitar ikut diuntungkan setiap kali tamu berkunjung.